Ikuti kami
Background Image

Inilah 6 Kebudayaan Kuningan Jawa Barat

Berada di daerah perbatasan dan diapit oleh daerah dengan unsur budaya yang cukup berbeda, kebudayaan Kuningan Jawa Barat muncul dengan ciri khasnya tersendiri.

 

Hal ini dapat terjadi karena adanya akulturasi budaya Sunda dan Jawa (Cirebonan) sehingga tercipta adat istiadat Kuningan yang kita kenal sampai saat ini.

 

Jika anda belum mengetahui kesenian khas Kuningan Jawa Barat, anda wajib membaca artikel ini karena kami sudah menyiapkan berbagai informasi terkait, khusus untuk anda. Berikut adalah 6 adat istiadat yang wajib anda tonton jika berkunjung ke Kuningan.

 

1. Upacara Seren Taun

Tradisi ini dijadikan sebagai media untuk bersyukur dan berdoa oleh masyarakat sunda atas apa yang mereka alami selama bertani dalam kurun waktu satu tahun dan mengharapkan yang baik untuk satu tahun ke depan.

 

Biasanya upacara Seren Taun ini dilaksanakan di Cigugur pada tanggal 22 bulan Rayagung, bulan terakhir dalam kalender Sunda. Tak hanya prosesi sakral, di sini juga terdapat pertunjukan kesenian dan hiburan di mana dapat diartikan sebagai sebuah keseimbangan hubungan antara manusia dengan penciptaNya, dan manusia dengan sesama ciptaanNya.

 

2. Cingcowong

Masih seputar prosesi sakral, Cingcowong kental dengan tradisi kepercayaan animisme. Cingcowong merupakan boneka yang terbuat dari bahan tempurung kelapa yang dipasangkan dengan bubu, semacam alat penangkap ikan tradisional.

 

Boneka ini digunakan sebagai media dalam ritual pemanggilan hujan di saat kemarau panjang melanda. Biasanya tradisi ini dilaksanakan di Luragung, dipimpin oleh seorang dukun yang mewarisi kemampuan spiritual dari para leluhur.

 

3. Kawin Cai

Air adalah sumber kehidupan, maka dari itu kita harus menghormati dan menjaga air demi kelangsungan hidup anak cucu kita kelak.

 

Sejalan dengan kalimat sebelumnya, masyarakat Kuningan meyakini bahwa air yang melimpah dari Gunung Ciremai sebagai suatu keberkahan yang harus selalu dijaga, salah satunya dengan cara dilakukannya Kawin Cai.

 

Salah satu kebudayaan Kuningan Jawa Barat ini adalah prosesi di mana air dari tujuh sumber mata air Cibulan dan air dari mata air Balong Dalem Tirtayatra dipertemukan. Prosesi ini disimbolkan sebagai perwujudan doa masyarakat sekitar agar air tetap tersedia.

 

4. Tari Buyung

Tari Buyung digambarkan sebagai simbol rasa syukur manusia atas kenikmatan yang diberikan oleh Maha Pencipta yang salah satunya berupa air. Biasanya tarian ini ditampilkan dalam prosesi upacara Seren Taun.

 

Salah satu gerakan yang unik dari tarian daerah Kuningan Jawa Barat ini adalah ketika para penari menginjak kendi sambil membawa buyung, sejenis wadah untuk mengambil air, di kepalanya yang mempunyai arti “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

 

5. Reog Cengal

Anda pasti pernah mendengar reog Ponorogo, salah satu kesenian yang sempat diklaim oleh negara jiran, Malaysia. Siapa sangka, Kuningan juga ternyata memiliki tradisi serupa, yaitu reog Cengal.

 

Namun, reog ini cukup berbeda dengan reog-reog lainnya, karena reog Cengal adalah perpaduan dari beragam seni, yaitu diantaranya seni karawitan, pencak silat dan sandiwara. Diawali dengan Tatalu, dilanjutkan dengan gerakan maju mundur atau dikenal dengan istilah Babadayan, Banyolan, pencak silat dan disudahi dengan Sandiwara.

 

6. Pesta Dadung

Kesenian khas masyarakat Subang, Kuningan yang sudah ada sejak abad ke 18 ini sering disebut juga ritus budak angon. Jika melihat artinya, Dadung sendiri mempunyai arti tambang yang terbuat dari serat kayu waru berfungsi sebagai pengikat kerbau atau sapi.

 

Maka tak heran jika Pesta Dadung sendiri adalah ritus bagi para penggembala. Pesta atau upacara ini dimaksudkan agar para penggembala tetap bersemangat dalam menggembala ternaknya dan agar ternak mereka tetap dalam keadaan segar, sehat, dan kuat.

 

Setelah membaca informasi tentang kebudayaan Kuningan Jawa Barat, kami yakin anda semakin penasaran dan ingin melihat secara langsung ritual-ritual tersebut bukan? Ikuti terus dikuningan.com untuk informasi terkini mengenai kabupaten Kuningan.

Comments

No Comments

Post a Comment